Translate

Jumat, 01 April 2016

WHY I DO DOUBLE ULTRA TRIATHLON ?

Sebelum menceritakan pengalaman saya ikut Sentul, Double Ultra Triathlon atau Double Ironman sekitar 2 bulan yang lalu, banyak orang mungkin tidak percaya atau bahkan menganggap saya sudah "GILA" alias tidak waras karena berani mengambil resiko dan mau melakukannya, Triathlon saja sudah berat, Half Ironman 70.3 sudah stress, Ironman bikin gila ko..  ini malah Double Ironman.... (silahkan Anda isi sendiri yah ) tapi sebelum cerita ini berlanjut alangkah baik kita sedikit mengulas mengenai Triathlon. 
Seperti kita ketahui bersama bahwa Triathlon adalah multisport yang menggabungkan dua atau tiga macam disiplin olahraga menjadi satu serangkaian terus menerus dengan cepat,  beralih dari tahapan satu ke tahapan berikutnya agar mendapatkan catatan waktu terbaik secara keseluruhan. Umumnya multisport yang sering kita jumpai saat ini adalah Triathlon terdiri dari renang, sepeda dan lari dan Duathlon yang terdiri dari lari, sepeda dan lari. Sayangnya perkembangan kedua olahraga ini di Indonesia masih lambat dan belum berkembang  pesat dibandingkan di negara - negara tetangga. 
Kompetisi multisport saat ini sebenarnya sudah sangat jauh berkembang dari Tradisional Triathlon yang terdiri beberapa macam kategori; Super Sprint - 400m/10k/2,5k,  Sprint Distance - 750m/20k/5k,  Olympic Distance - 1.5k/40k/10k dan long distance - 4k/120k/30k., sejarah lomba modern long-distance Triathlon pertama adalah Hawaiian Ironman Triathlon diadakan pada tahun 1977  terdiri dari berenang 3.9k, sepeda 180k dan lari Marathon 42.195k atau yang sekarang lebih dikenal dengan istilah Ironman dan menyusul berikutnya lronman 70.3 atau Half Iron-man


KENAPA HARUS MULTISPORT?
Banyak orang termotivasi dan termasuk saya mau "mengambil risiko" melakukan Triathlon, tentunya dengan beragam alasan antara lain: sebagai sarana olahraga, menurunkan berat badan, meningkatkan kepercayaan diri, menemukan lebih banyak cara atau metode berlatih, mungkin beralasan bisa bersosialisasi atau agar bisa dinilai lebih hebat dan mampu oleh teman dan kolega, mungkin juga menginspirasi orang lain dan menantang diri sendiri bahwa sebenarnya kita mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil atau tidak mungkin dilakukan dan menjadikan benar-benar mungkin dalam hidup ini (alasan yang terakhir menjadi salah satu acuan saya, mungkin Anda memiliki alasan seperti uraian diatas,  atau ada alasan lainnya?). Meskipun alasan melakukan Triathlon beragam, manfaat yang didapat sejatinya adalah sama, intinya adalah bahwa proses yang dilakukan adalah salah satu hal yang paling penting dan berharga yang pernah dilakukan dalam hidup ini, bukan hanya secara fisik, tapi mental, spiritual dan sosial yang sangat memberi dampak positif bagi diri kita sendiri.

"Go confidently in the direction of your dreams. Live the life you have imagined."- 
Henry David Thoreau

"Anyone Can" -  "Anyone Can Tri"
Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat melakukan Triathlon, mungkin ketidak percayaan, keraguan dan ketakutan itu muncul karena belum pernah mencoba dan melakukannya atau ketakutan karena merasa tidak bisa dan tidak mampu.  Dan yang pasti perasaan ini akan berubah 180 derajat manakala kita bisa finish Triathlon untuk pertama kalinya. “I can’t believe I was afraid of entering a triathlon. I’ve put off doing one for so long, because I thought it was only for professionals and every day athletes. During my training, and today, I met so many people who are or were once just like me. I’m so happy I chose to do this. It was one of the best experiences of my life.” — Anonymous   
Ada beberapa kekhawatiran yang umumnya dialami oleh banyak orang saat melakukan Triathlon dan perasaan sama seperti yang pernah saya rasakan,  bagaimana saat memulai awalnya, antara lain: 
  • Tidak bisa atau berenang nya jelek - Sebenarnya, renang mudah dipelajari dan dilatih, banyak tempat les berenang ditemui baik privat maupun kelompok.  Bergabung club berenang atau club Triathlon - Triathlon Buddies akan sangat bermanfaat, memulai berlatih dengan pilihan gaya yang memang dianggap paling mudah dilakukan dan biasanya gaya Dada/breast stroke paling sering dijumpai dibandingkan gaya bebas/free sytle. Dan sebenarnya kekhawatiran yang muncul akan berkurang karena disetiap event Triathlon memiliki beberapa lifeguards bersertifikat atau Marshall yang bertugas untuk memastikan semua peserta aman baik di kolam renang atau open water.
  • Kualitas sepeda biasa saja dan belum mampu bersepeda dengan cepat - Kita sebenarnya bisa naik sepeda dengan jenis apapun jika hanya ingin menyelesaikan Triathlon, Memang... dengan sepeda jenis tertentu seperti Roadbike dan Time Trial Bike dengan kualitas bagus akan sangat membantu dalam pencapaian hasil dan prestasi yang pasti akan terlihat lebih keren serta fashionable. Tapi itu semua di kembalikan ke personal dan sejatinya tidak perlu sesuatu yang istimewa saat memulai Triathlon, terkecuali jika memang ada budget disana untuk membeli sepeda dengan kualitas tinggi atau Anda adalah seorang athlete pro.     
  • Tidak memiliki waktu untuk berlatih - Latihan dapat diintegrasikan didalam kegiatan harian, dapat dilakukan kapan saja menyesuaikan kesibukan kita. Bersepeda atau berlari saat berangkat/pulang bekerja, berenang diakhir pekan dengan keluarga atau bergabung di club kebugaran dengan fasilitas lengkap dan mendukung. Sebagaimana kita ketahui bahwa hal utama adalah disiplin dan komitmen kuat menyediakan waktu untuk berlatih dan tidak ada alasan untuk tidak latihan.   
  • Triathlon terlalu berat dan terlalu panjang jaraknya untuk diselesaikan - Triathlon banyak pilihan kategorinya seperti yang saya uraikan diatas dari super sprint sampai long distance atau Ironman, pilihlah kategori sesuai kemampuan dan target realistis yang mampu dicapai saat pertama kali ikut lomba Triathlon, Bukan karena bujukan atau desakan teman yang sebenarnya Anda sendiri merasa belum mampu. Kepercayaan akan timbul dengan sendirinya manakala kita mampu menyelesaikan beberapa lomba yang sudah diikuti, nah.. saat itulah waktu yang pas menentukan pilihan dan target yang harus dicapai berikutnya.
  • Tidak mau berenang - renang menjadi momok tersendiri karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa berenang dan enggan untuk belajar. Jika kita membuat pilihan melakukan multisport dan mempertimbangkan sepeda dan lari sebagai pilihan utama tanpa melakukan aktifitas berenang sama sekali maka Duathlon adalah jawabannya,  yang mana saat ini mulai berkembang dan banyak pilihan lombanya, MesaStila Duathlon dan Powerman Duathlon. 
WHY I DO DOUBLE ULTRA TRIATHLON ?
Berikut ini akan saya ceritakan pengalaman mengikuti event Double Ultra Triathlon, diselenggarakan 30-31 Januari 2016, terdiri dari renang 7.6k - Sepeda 360k dan lari 84.4k , event ini mungkin mejadi salah satu multisport event terberat yang ada di Indonesia. Jujur... sebenarnya saya bukanlah seorang triathlete dan boleh tidak percaya bahwa saya baru dua kali mengikuti Triathlon selama ini dan beruntungnya dua kali pula ikut dievent yang sama-sama super berat dan GILA, yang pertama adalah Lombok Ultra Triathlon 6-8 Agustus 2015, berenang  6k - bersepeda 300k dan berlari 52k MRU (Mount Rinjani Ultra) event ini sebagai multisport event terberat pertama di Indonesia dan hanya di ikuti 5 orang saja (maaf... belum sempat saya tulis ceritanya dan mungkin jauh lebih menarik lagi karena pertama kali saya melakukan Triathlon)  

Double Ultra Triathlon/Double Ironman 281.2 yang di selenggarakan di Sentul City dan lagi-lagi hanya diikuti 5 peserta saja dan 150 peserta lain lebih memilih  ikut kategori Ironman, Half Ironman dan team relay,  ada beberapa point yang saya rekam dan rasakan disana:

  1. Menyenangkan karena saya bisa bertemu dengan penggiat,   teman-teman hebat dan para athlete's Triathlon. 
  2. Menarik, karena di lokasi kota baru yang masih sepi dan enak untuk wilayah dekat Ibu Kota 
  3. Menantang karena self support yang mana peserta harus mempersiapkan semua keperluannya sendiri selama lomba baik logistik dan refreshment 
  4. Mendebarkan karena di lakukan nonstop 2 hari,  siang dan malam dalam kondisi terik panas dan hujan 
  5. Membosankan karena harus berenang 7,6k di kolam dengan lintasan 25m artinya peserta harus menyelesaikan 300x bolak - balik, bersepeda 360k dengan satu putaran sepanjang 5k artinya peserta harus beputar sebanyak 72x dan berlari 84,4k lagi - lagi peserta harus menambah putaran menjadi 17x, bisa Anda bayangkan...
  6. Mengintimidasi  karena total jarak yang ditempuh adalah 454,95km sama dengan perjalanan Magelang-Jakarta dan harus diselesaikan kurang dari 48 jam. 
  7. Menyiksa,  mengoyak dan mencabik fisik karena dengan jarak yang sudah panjang diwaktu yang sama  total ketinggian  yang dicapai adalah 6030m atau setara 4x naik Mt.  Merapi, menyenangkan bukan...... 
  8. Membanggakan karena saya menjadi 1 dari 4 orang yang bisa finish dari hanya 5 orang peserta dan 2 orang dari Indonesia, sisanya Perancis dan Inggris. Dengan catatan waktu total 37:40:43 Berenang 7,6k - 3:20:00, Sepeda 360k - 19:41:33 dan Lari 84,4 - 13:03:14
APAKAH SAYA BISA MENYESAIKAN DOUBLE ULTRA TRIATHLON?


Saya hanyalah seseorang yang mulai mencintai aktifitas lari trail dan Ultra, yang dimulai 3 tahun lalu dan 1 tahun terakhir ini mulai jatuh cinta pada aktivitas bersepeda, ada ketertarikan dan hasrat kuat dari dalam untuk mencoba sesuatu yang baru dan lebih menantang dari event-event Ultra Run yang pernah saya ikuti sebelumnya. Triathlon adalah hal baru bagi saya walaupun memiliki kemampuan dimasing-masing disiplin olahraga tersebut tapi menggabungkan menjadi satu adalah hal yang berat dan tidak mudah, butuh tekat serta mental kuat. Beruntungnya mental kuat saya terasah dan terlatih setelah banyak mengikuti event lari trail dan Ultra selama ini, ditempa kondisi trek berbukit dan gunung terjal dan sulit, suhu panas menyengat, dingin menusuk dan durasi waktu yang panjang kadang lebih dari 24 jam tanpa tidur sungguh menekan fisik dan mental saya ke dasar yang paling dalam dan disaat itulah moment dimana manusia akan berbicara dengan pencipta Nya. Modal inilah yang menjadi alasan kenapa saya mengiyakan tawaran Kang Hendra Wijaya - Indonesia Ultra legend untuk ikut lagi event Double Ultra Triathlon setelah sebelumnya Lombok Ultra Triathlon. Berbekal keyakinan, fisik dan mental dengan persiapan latihan panjang saya memantapkan untuk mejalaninya apapun resikonya pada waktu itu.

Kenyataannya pertempuran mental jauh lebih sulit dari pada fisik dan pertempuran itu dimulai segera setelah saya mempertimbangkan dan memutuskan ikut event tersebut. Saya mulai berpikir, " apakah saya bisa" - saya mulai memiliki keraguan dan ketakutan,  apakah ini realistis? Saya merasa sudah menipu diri saya sendiri dan sudah menghukumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menghantui dan membayangi selama proses latihan dan menjelang lomba,  butuh dorongan yang luar biasa kuat melakukan Double Ultra Triathlon. Saya selalu merasa ragu tentang kemampuan, latihan dan persiapannya keraguan ini selalu berusaha membawa turun jauh ke bawah bahkan ke dasar mental saya  dan sungguh terasa berat. Tapi saya meyakinkan diri sendiri berbekal dari beberapa event yang pernah saya ikuti, tekat kuat,  lakukan yang terbaik,  fokus dan jalani dengan nyaman tanpa tekanan dan tuntutan akan keberhasilan, Bismillah..... 

Jika Anda pernah berbicara dengan seseorang yang telah menyelesaikan lari Ultra atau lronman Anda akan segera mendengarkan bagaimana mereka menggambarkan perasaan tentang salah satu pengalaman hidup terbaik yang pernah dimilikinya. Kata-kata indah tidak akan pernah bisa dan cukup menggambarkan bagaimana perasaan kegembiraan itu sesaat setelah bisa melintasi garis finish. Perasaan sama yang sering saya rasakan setiap mengikuti event ultra,  tapi.... Kali ini sungguh berbeda perasaan heran, tidak percaya,  seperti mimpi bahwa saya bisa menyelesaikan Double Ultra Triathlon/Double Ironman setelah melewati garis finish, Saya merasakan pada titik tertinggi dimana saya begitu berbeda, begitu kuat dan begitu tangguh dari pada orang lain,   begitu dikagumi dan begitu diperhatikan dan segera menyadari bahwa saya seorang finisher Double Ironman!!!